“Pemindahan ini bukan sekadar relokasi fisik, tetapi merupakan bagian dari upaya reformasi sistem pemasyarakatan. Dengan kapasitas yang lebih memadai, program pembinaan, termasuk kemandirian dan reintegrasi sosial, dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Saat ini, pembangunan dan penyempurnaan fasilitas di lokasi baru masih terus berlangsung. Sejumlah sarana yang tengah disiapkan meliputi aula, bunker, wihara, gedung perkantoran, serta pagar keliling sebagai bagian dari sistem keamanan terpadu.
Selain mengatasi overkapasitas, keberadaan lapas di Sengeti juga diharapkan mampu meningkatkan standar pelayanan bagi warga binaan maupun petugas.
Infrastruktur yang lebih modern memungkinkan sistem pengawasan berjalan lebih efektif dan mampu meminimalisir potensi gangguan keamanan.
Meski demikian, proses pemindahan akan dilakukan secara bertahap dan terukur. Pihak lapas memastikan seluruh aspek, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, sistem keamanan, hingga kelayakan operasional, telah memenuhi standar sebelum relokasi dilaksanakan.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pemindahan Lapas Jambi ke Sengeti akan menjadi tonggak penting dalam pembenahan sistem pemasyarakatan di Provinsi Jambi, sekaligus menjadi solusi konkret atas persoalan overkapasitas yang selama ini terjadi.(*)











