Menurut Ismail, makan Orang Kayo hitam adalah situs bersejarah kebanggaan bagi masyarakat kabupaten Tanjung Jabung Timur dan menjadi salah satu wisata religi. Sehingga kerap didatangi ratusan peziarah dari berbagai daerah di nusantara setiap tahunnya.
Akan tetapi pada saat liburan tahun ini, justru situs tersebut sepi dari pengunjung dan biasanya mulai dipadati pengunjung pasca hari lebaran. Sepinya kunjungan situs ini disebabkan masih banyaknya ruas jalan yang rusak parah menuju lokasi tersebut.
“Salah satu alasan, kenapa situs bersejarah ini sepi dari pengunjung, yakni jarak tempuh yang cukup jauh, serta masih banyaknya ruas jalan yang rusak menuju kelokasi ini, sehingga mereka segan untuk datang,” ucapnya.
Dengan menjadi salah satu tempat wisata religi dari berbagai belahan Nusantara, Ismail berharap adanya perhatian dari pihak terkait akan kondisi jalan menuju Kecamatan Berbak ini sendiri segera diperbaiki.
“Kami berharap, adanya perhatian dari Pemerintah Provinsi terkait kondisi jalan menuju ke makam orang kayo hitam, karena selama ini, para pengunjung jika ingin sampai ke makam, kebanyakan mereka menggunakan transportasi air,” ucapnya. (netinfo/ans)











