Manager Vocational AHM, Gunardi, dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi otomotif yang terus bergerak cepat.
“Industri sepeda motor saat ini terus berkembang, baik dari sisi teknologi maupun layanan. SMK harus mampu mengikuti perkembangan tersebut agar lulusannya tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager Service & Part Sinsen, Erwin Susanto, menyebut bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program vokasi Honda.
Menurutnya, peningkatan kualitas SMK binaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga pengajar hingga kesiapan sarana praktik yang sesuai standar industri Honda.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan berkelanjutan. Melalui program ini, kami ingin memastikan lulusan SMK binaan Honda memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri otomotif, khususnya di jaringan Honda,” ungkapnya.
Ke depan, jumlah SMK binaan Honda di Jambi juga akan terus bertambah, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan vokasi berkualitas di bidang otomotif.
Melalui kegiatan ini, Sinsen dan AHM berharap dapat terus mencetak generasi muda yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga siap bersaing di dunia industri otomotif yang semakin kompetitif.(*)











