Hingga siang hari, warga bersama petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam. Dua rumah dibongkar sebagai langkah cepat agar kobaran api tidak meluas ke permukiman lain.
Junaidi juga mengungkapkan, armada pemadam kebakaran dari kecamatan maupun kabupaten tak dapat menjangkau lokasi kejadian lantaran akses yang cukup sulit.
“Lokasi desa harus ditempuh sekitar 30 menit menggunakan transportasi air. Karena itu, damkar kecamatan dan kabupaten tidak bisa masuk,” jelasnya.
Adapun lima rumah yang ludes terbakar masing-masing milik Zulkarnain/Rita, Kadri, Sumono, Semah, dan Ahyar. Sementara rumah milik Ardi serta Arif terpaksa dirobohkan sebagian sebagai upaya penyelamatan lingkungan sekitar.
Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun, satu orang warga dilaporkan mengalami luka ringan. Hingga kini, penyebab kebakaran masih diselidiki pihak kepolisian. Untuk informasi lebih lanjut, pihak terkait mengarahkan agar menghubungi Polsek Mendahara.(*)











