Alokasi anggaran pendidikan mencapai 24,24 persen (di atas ketentuan 20 persen). Terealisasi 149 paket pekerjaan fisik, pembangunan ruang kelas baru, laboratorium, perpustakaan, UKS, toilet, hingga bantuan 10.023 stel seragam gratis.
Bupati Dillah juga menerima penghargaan dari Persatuan Guru Republik Indonesia atas komitmen terhadap pendidikan berkualitas.
10. Layanan Darurat 112
Call Center 112 resmi beroperasi 24 jam untuk melayani aduan kedaruratan masyarakat.
11. Ketahanan Pangan
Produksi 24.411 ton gabah kering (Program Gempita IP 100 ke IP 200). Produksi cabai 82,5 ton (110 hektare). Panen jagung melampaui target dengan realisasi 407 hektare dari target 315 hektare.
12. Penguatan UMKM
Pelatihan berbasis teknologi AI bekerja sama dengan PetroChina, bantuan usaha, penguatan perizinan, hingga pengadaan satu unit Mobil UMKM.
13–14. Nelayan dan Asuransi Pertanian
Realisasi kapal nelayan 10 GT berbasis kelompok. Program asuransi nelayan (2.600 jiwa), ternak (333 ekor), dan padi (1.000 hektare) dalam tahap pelaksanaan.
15. Telekomunikasi dan Digitalisasi
Blankspot berkurang dari 17 titik (2024) menjadi 8 titik (2025). Pemasangan fiber optik dan radio IP di 43 titik serta penambahan delapan menara telekomunikasi baru (total 118 menara).
16. Keterbukaan Informasi Publik
Tanjung Jabung Timur kembali meraih predikat Informatif keempat kalinya dari Komisi Informasi.
17. Program Strategis Nasional 2026
Alokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Geragai dan Gudang Bulog di Kelurahan Nibung Putih, Kecamatan Muarasabak Barat.
18. Koperasi Merah Putih
Sebanyak 92 unit koperasi telah terbentuk, dan pembangunan fisik kantor mulai berjalan.
19. Tata Kelola Keuangan
Pemerintah Kabupaten kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas pengelolaan keuangan daerah.
Komitmen yang Teruji
Capaian tersebut tidak terlepas dari strategi proaktif dan pendekatan kolaboratif yang ditempuh Bupati dan Wakil Bupati. Upaya “jemput bola” ke pemerintah pusat serta penguatan sinergi lintas sektor menjadi kunci mengatasi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi nasional.
Pernyataan Bupati Dillah bahwa efisiensi tidak boleh menyurutkan langkah merealisasikan visi Merata, kini teruji melalui sejumlah capaian konkret yang bahkan melampaui target.
Satu tahun telah berlalu. Sejumlah indikator menunjukkan progres signifikan, meski tantangan pembangunan tentu masih panjang. Pertanyaannya kini, sejauh mana masyarakat merasakan langsung dampak dari capaian tersebut?
Waktu yang akan menjawab konsistensi keberlanjutan komitmen Dillah–Muslimin dalam mewujudkan pembangunan yang benar-benar merata dan berkeadilan di Tanjung Jabung Timur.(*)











