Kritik pun tak terelakkan. Warganet mulai menyoroti pola pengelolaan yang dinilai tidak transparan dan minim hasil.
“Yang ngelolanyo Dispora lah. Kalau dulu diserahkan ke pihak ketiga mungkin dak ado cuan nyo kalau kasih ke vendor,” sindir akun lain.
Sementara itu, Sekretaris Dispora Provinsi Jambi, Syahran, justru mengaku belum mengetahui kondisi tersebut.
“Saya cek dulu dengan kawan-kawan kolam,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Sabtu (11/04/26).
Pernyataan ini justru memunculkan kesan lemahnya pengawasan. Di saat publik sudah ramai mengkritik, pejabat terkait malah belum mengetahui kondisi fasilitas yang berada di bawah tanggung jawabnya.(*)











