Sementara itu, Veda Ega Pratama yang turun di kelas JuniorGP Moto3 bersama Astra Honda Racing Team, juga tampil solid sepanjang akhir pekan.
Start dari posisi kelima, Veda langsung bersaing ketat di grup terdepan pada Race 1 dan finis di posisi keenam.
Pada Race 2, pebalap asal Gunungkidul ini sempat naik ke posisi kedua sebelum persaingan rapat di grup depan dan insiden di lap terakhir memunculkan red flag yang mengakhiri balapan lebih cepat.
Veda akhirnya finis di posisi kedelapan dan menambah poin penting untuk klasemen sementara, kini menempati posisi ke-11 dengan 64 poin.
“Dua balapan yang sulit, tapi kami tetap kompetitif dan meraih poin penting. Saya belajar banyak soal karakter sirkuit dan strategi balap. Target saya menutup musim di Valencia dengan hasil terbaik,” kata Veda.
AHM Bangga, Pembinaan Berjenjang Berbuah Manis
Andy Wijaya, General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, mengungkapkan bahwa hasil gemilang kedua pebalap muda ini merupakan bukti nyata efektivitas program pembinaan berjenjang Astra Honda yang konsisten menyiapkan talenta muda Indonesia ke level dunia.
“Kemenangan Ramadhipa dan konsistensi Veda menunjukkan bagaimana proses pembinaan berkelanjutan mampu membentuk pebalap tangguh yang siap bersaing di ajang internasional.
Kami bangga melihat semangat dan perjuangan mereka mengharumkan nama bangsa,” ujar Andy.
Menatap Final Musim di Valencia
Putaran pamungkas FIM JuniorGP World Championship 2025 akan berlangsung di Circuit Ricardo Tormo, Valencia pada akhir November.
Kedua pebalap binaan Astra Honda siap kembali tampil total untuk menutup musim dengan hasil terbaik membawa semangat Satu Hati dan kebanggaan Indonesia di lintasan dunia.(*)











