Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan kerja yang dipengaruhi faktor alam.
“Peristiwa ini diduga kuat akibat longsornya tebing galian yang dipicu hujan deras, sehingga tanah menjadi labil dan runtuh menimpa para pekerja. Hingga saat ini situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.
Pasca kejadian, Polda Jambi menerjunkan Unit SAR Brimob dan Unit K-9 Ditsamapta guna membantu proses pencarian dan evakuasi korban yang diduga masih tertimbun material longsor.
Selain itu, tim evakuasi gabungan sebanyak 123 personel juga diturunkan, terdiri dari 12 personel Sat Brimob Polda Jambi, 58 personel Polres Sarolangun, 10 personel Polsek Limun, 15 personel BPBD, 15 personel Satpol PP, serta 13 personel Damkar.
“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun. Selain itu, penyelidikan dan penyidikan akan dilakukan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Polda Jambi juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali melakukan aktivitas yang berisiko membahayakan keselamatan jiwa serta berpotensi menimbulkan dampak hukum dan kerusakan lingkungan.(*)











