Selain itu, meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadhan, mulai dari ibadah, pasar takjil, mobilitas hingga persiapan Idul Fitri, membutuhkan pengamanan yang lebih intensif dengan pendekatan humanis.
“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Keamanan adalah tanggung jawab kolektif. Sinergitas antara pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, ormas, OKP, dan media menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas daerah,” tegasnya.
Kegiatan buka puasa bersama ini, lanjutnya, memiliki makna strategis sebagai sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan dan solidaritas, memperkuat keakraban dan kekompakan antar unsur, menumbuhkan semangat beribadah, serta meningkatkan kesejahteraan emosional.
Terpisah, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polda Jambi dalam membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
“Buka puasa bersama ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat sinergitas dan kolaborasi dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, khususnya selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 2026.
Polda Jambi akan terus mengedepankan pendekatan humanis serta meningkatkan patroli dan pengamanan di titik-titik keramaian,” ujar Kombes Pol. Erlan Munaji.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana Ramadhan yang damai, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta terus memperkuat persatuan dan kesatuan di Provinsi Jambi.(*)











