Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani dalam tausiyahnya menegaskan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan waktu terbaik bagi setiap insan untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kesalahan di masa lalu.
Abdullah Sani mengapresiasi program pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Jambi, karena memberikan ruang bagi warga binaan untuk mendalami nilai-nilai agama serta memperkuat spiritualitas selama menjalani masa pembinaan.
Dalam kegiatan pesantren kilat tersebut, sekitar 400 warga binaan mengikuti berbagai program keagamaan seperti pembelajaran membaca Al-Qur’an, kajian keislaman hingga kegiatan menghafal Al-Qur’an. Bahkan, beberapa peserta berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an serta menghafal juz 29 dan 30.
Kepala Lapas Kelas IIA Jambi Syahroni Ali menambahkan, program pesantren kilat ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kepribadian yang terus dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan.
“Harapannya setelah bebas nanti, mereka dapat kembali ke tengah masyarakat dengan pribadi yang lebih baik serta memiliki bekal spiritual yang kuat,” katanya.
Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan pemberian apresiasi kepada warga binaan yang menunjukkan capaian terbaik selama mengikuti pesantren kilat Ramadhan di Lapas Jambi.(*)











