Diketahui, oknum guru tersebut bernama Agus dan mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris. Namun saat dilakukan upaya mediasi awal, baik guru maupun para pelajar tidak hadir, sehingga mediasi lanjutan masih akan diupayakan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Tanjung Jabung Timur, Sapril, menyatakan keprihatinan dan penyesalannya atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa penyelesaian masalah diserahkan kepada pihak kecamatan dengan melibatkan unsur TNI dan Polri agar dilakukan secara adil dan bijaksana.
“Kami sangat menyesalkan kejadian di SMK Negeri 3 Tanjabtim ini. Saya sudah berkomunikasi langsung dengan Camat Berbak dan berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara damai serta menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” ujarnya.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak oknum guru tersebut diduga membawa dua bilah senjata tajam jenis celurit setelah perkelahian terjadi. Tindakan tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak karena dinilai tidak mencerminkan sikap pendidik dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan akan perlunya membangun komunikasi yang sehat, profesionalisme pendidik, serta penyelesaian konflik secara dialogis demi terciptanya lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
Hingga saat ini, pihak terkait masih berupaya mempertemukan kedua belah pihak untuk proses mediasi lanjutan guna mencapai penyelesaian yang adil dan berorientasi pada pembinaan dunia pendidikan.(*)











