Sebagai langkah antisipasi, operasional dapur MBG dihentikan sementara waktu guna mendukung kelancaran proses investigasi.
“Proses investigasi masih berjalan. Operasional dapur dievaluasi dan dihentikan sementara sampai hasil pemeriksaan keluar serta dinyatakan aman oleh tim terkait,” ujar perwakilan Satgas Ketahanan Pangan Johansa.
Sementara itu, Hendri, salah satu orang tua siswa korban, mengungkapkan bahwa anaknya mulai mengalami muntah-muntah tidak lama setelah mengonsumsi soto yang dibawa pulang dari sekolah.
“Soto itu dimakan anak saya sepulang sekolah. Tidak lama kemudian langsung muntah-muntah, lalu saya bawa ke rumah sakit,” kata Hendri.
Ia menambahkan, kasus tersebut tidak hanya dialami satu anak, melainkan puluhan siswa dari beberapa sekolah dasar di Kecamatan Sekernan. Hendri berharap pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekernan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.(*)











