EkonomiNews

Pasar Modal Indonesia Menguat dan Berintegritas Sepanjang 2025

×

Pasar Modal Indonesia Menguat dan Berintegritas Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini

Adapun penghimpunan dana melalui Securities Crowdfunding (SCF) secara akumulatif mencapai Rp1,808 triliun dari 968 penerbit.

Perdagangan Karbon dan Pertumbuhan Investor

Dari sisi perdagangan karbon, volume transaksi akumulatif sejak 26 September 2023 hingga 29 Desember 2025 mencapai 1,6 juta ton CO₂ ekuivalen dengan nilai Rp80,75 miliar, melibatkan 150 perusahaan serta ketersediaan unit karbon sebesar 2,67 juta ton CO₂ ekuivalen.

Pertumbuhan investor ritel juga mencatatkan rekor baru. Jumlah Single Investor Identification (SID) bertambah 5,34 juta investor, sehingga total mencapai 20,2 juta SID.

Sebanyak 79 persen di antaranya didominasi oleh generasi berusia di bawah 40 tahun, yang menegaskan kuatnya momentum inklusi keuangan dan pendalaman basis investor domestik.

Penguatan Integritas dan Regulasi

Dalam rangka menjaga integritas pasar, sepanjang 2025 OJK telah melakukan 219 pemeriksaan teknis dan 155 pemeriksaan khusus terhadap dugaan pelanggaran, dengan 116 kasus terkait transaksi saham.

OJK juga menjatuhkan 120 sanksi administratif kasus pelanggaran, 1.180 sanksi keterlambatan laporan, serta 65 sanksi non-kasus, berupa enam pencabutan izin, enam perintah tertulis, dan 329 peringatan tertulis, dengan total denda administratif mencapai Rp123,3 miliar.

Sepanjang 2025, OJK menerbitkan 10 Peraturan OJK (POJK) dan enam SEOJK/PADK, di antaranya POJK Nomor 1 Tahun 2025 tentang Derivatif Keuangan Berbasis Efek sebagai tonggak pengawasan derivatif dengan underlying Efek, POJK Nomor 9 Tahun 2025 tentang Dematerialisasi Efek Ekuitas dan Aset Tidak Diklaim, serta POJK Nomor 15 Tahun 2025 mengenai pemeringkatan Reksa Dana dan Manajer Investasi berbasis rating dan ranking.

OJK juga meluncurkan buku “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan” pada 15 Juli 2025 sebagai referensi bagi industri dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem ekonomi hijau.

READ  AS menyalahkan Rusia atas jatuhnya pesawat tak berawak di Laut Hitam, Moskow menyangkal

Selain itu, integrasi layanan dilakukan melalui penyatuan sistem SPRINT OJK dan SPEK KSEI untuk pendaftaran Reksa Dana guna mewujudkan proses perizinan yang lebih cepat, akurat, dan terpusat.

Agenda Strategis 2026

Memasuki tahun 2026, OJK menetapkan empat agenda strategis utama, yakni pendalaman pasar melalui penguatan sisi penawaran, permintaan, dan infrastruktur pengawasan; peningkatan integritas pasar melalui efektivitas sanksi dan peningkatan kualitas emiten;

penguatan kelembagaan Perusahaan Efek dan Manajer Investasi, termasuk ketahanan siber dan pengendalian internal; serta pengembangan keuangan berkelanjutan melalui perluasan pengguna jasa bursa karbon dan penyusunan roadmap keberlanjutan 2026–2030.

OJK bersama SRO mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mendukung program strategis nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *