Ia menjelaskan bahwa volume lalu lintas di ruas tol tersebut saat ini mencapai sekitar 5.000 kendaraan per hari.
Keberadaan tol dinilai sangat strategis karena mampu memecah kepadatan arus kendaraan yang sebelumnya terpusat di jalur arteri, sehingga meningkatkan kapasitas dan kelancaran arus mudik menuju Palembang, Riau, dan Sumatera Barat.
Dalam rangka pengamanan Operasi Ketupat, Polri telah menyiapkan penempatan pos pengamanan (Pospam) serta penguatan personel di titik-titik strategis. Simulasi dan latihan operasi juga akan dilaksanakan untuk memastikan kesiapan seluruh jajaran dalam menghadapi lonjakan arus mudik dan arus balik.
Irjen Agus menegaskan bahwa Operasi Ketupat bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, melainkan bentuk kehadiran negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), serta menjamin keselamatan berlalu lintas selama momentum sosial dan keagamaan tersebut.
“Kami mengapresiasi dukungan dan pendampingan Kapolda dalam peninjauan ini. Semoga pelaksanaan Operasi Ketupat ke depan dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh masyarakat,” tutupnya.(*)











