Melalui program One OJK, penguatan zona integritas, whistleblowing system, peningkatan layanan publik, serta pembinaan kompetensi berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa keberhasilan pencegahan korupsi membutuhkan tata kelola yang kuat di seluruh level dan kolaborasi berbagai pihak.
“Tidak cukup membangun budaya integritas di internal organisasi. Kita harus memastikan ekosistem sektor jasa keuangan turut menerapkan tata kelola yang baik agar celah korupsi dan fraud dapat ditutup,” tegas Sophia.
Ia juga menyebutkan bahwa OJK telah menerapkan sertifikasi SNI ISO 37001:2016 terkait sistem manajemen anti-penyuapan sebagai komitmen nyata penerapan integritas internal.
Salah satu agenda dalam peringatan Hakordia 2025 adalah Integrity Fest 2025 sebagai bentuk apresiasi bagi satuan kerja, pegawai, dan wilayah OJK yang telah menerapkan budaya anti-korupsi secara konsisten.
Selain itu, diumumkan pula pegawai yang lulus sertifikasi kompetensi Ahli Pembangun Integritas (API) dan Penyuluh Anti-Korupsi (PAKSI) hasil kerja sama OJK dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni : 39 pegawai berstatus bersertifikat API dan 51 pegawai bersertifikat PAKSI.
Selain talkshow, kegiatan peringatan Hakordia 2025 juga terdiri dari Integrity Expo, 6 – 9 Desember 2025 di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, dan juga Hakordia Run 2025, 7 Desember 2025 di lokasi yang sama.
Talkshow turut menghadirkan narasumber lintas sektor meliputi akademisi, pemerintah, dan praktisi kreatif, seperti Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi serta sutradara dan penulis skenario Rahabi Mandra.
Melalui rangkaian peringatan Hakordia 2025, OJK dan KPK mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan sektor jasa keuangan yang kredibel, bersih, dan berdaya saing global.
“Integritas bukan hanya slogan. Ini adalah komitmen jangka panjang untuk membangun bangsa yang bermartabat, adil, dan berkeadilan,” tutup Mahendra.(*)











