“Hampir satu jam proses evakuasinya,” kata karyawan tersebut.
Menurut keterangan, konflik rumah tangga antara korban dan pelaku memang kerap terjadi. Bahkan, ancaman pembunuhan disebut sudah beberapa kali dilontarkan pelaku, namun kejadian kali ini menjadi yang paling parah.
“Sering diancam, tapi ini paling parah,” tambahnya.
Sementara itu, hingga saat ini aparat kepolisian masih berjaga di lokasi untuk mengamankan pelaku yang bertahan di dalam ruko sambil memegang parang.
Upaya negosiasi terus dilakukan dengan melibatkan pihak keluarga guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.(*)











