DaerahNews

Lika liku Jelang Terbentuknya Provinsi Jambi

×

Lika liku Jelang Terbentuknya Provinsi Jambi

Sebarkan artikel ini
H. Hanafie
H. Hanafie Salah Satu Tokoh Pendiri Provinsi Jambi

Jumlah penduduk yang masih sedikit; perekonomian yang lemah; minyak di perut bumi Jambi nyaris kering. Selaian alasan itu, Sofyan Ibrahim beralasan, keinginan lepas dari Sumatera Tengah bukan representasi masyarakat Jambi secara umum. Tapi, kata dia, hanyalah keinginan masyarakat yang ada di Kota Jambi. Tidak demikian dengan masyarakat di daerah, dusun-dusun.

Sofyan sepertinya belum mendapat kabar bahwa tuntutan agar Jambi berdiri sendiri juga datang dari daerah. Sebut saja Himpunan Pemuda Merangin Batanghari dan Front Pemuda Djambi. Bahkan Ketika Bung Hatta ke Jambi, Hatta “dicegat” di Merangin oleh pemuda yang menyatakan dukungan agar Jambi menjadi daerah otonom. Aksi itu menjadi bagian sejarah berdirinya Provinsi Jambi yang harus diingat.

Di ranah militer pun tak kalah rumitnya. Belum lagi geopolitik Sumatera ketika itu dengan pemerintah pusat juga sedang tidak baik-baik saja. Ada Dewan Banteng yang puncaknya lahirnya PRRI di masa-masa itu. Dewan Banteng yang menaungi militer di Jambi pada masa itu, ingin militer di Jambi di bawah komando mereka.

Dewan Banteng pada waktu itu baru saja membentuk Komando Daerah Militer Sumatera Tengah (KDMST). Dan Sumatera Barat dan Riau (sebelumnya Bersama Jambi masuk Sumatera Tengah) di bawah KDMST, tidak lagi masuk Teritorium I Bukit Barisan. Tak ayal, Dewan Banteng yang berkedudukan di Sumatea Barat, ingin Jambi juga berada di bawah komanda mereka. Sementara rakyat Jambi ingin, secara militer Jambi masuk dalam komando Teritorium Sriwijaya.

 

(sumber Senarainews.com)

READ  AS Siap Pasang Badan, Tolak Israel Dilarang Main di Piala Dunia 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *