Meski demikian, Laila menegaskan bahwa langkah operasional tersebut harus diikuti dengan percepatan system recovery, audit keamanan teknologi informasi secara komprehensif, serta penguatan kerangka cyber security governance untuk mencegah potensi kerentanan serupa di masa depan.
Ia juga menilai secara fundamental Bank Jambi masih memiliki kapasitas institusional untuk melakukan pemulihan.
Dukungan permodalan yang relatif memadai serta struktur keuangan yang stabil memberikan ruang bagi bank untuk melakukan penguatan pada aspek IT infrastructure, risk management framework, serta disaster recovery system.
Menurut Laila, insiden ini dapat menjadi momentum bagi Bank Jambi untuk mempercepat transformasi digital yang lebih aman dan berkelanjutan.
Jika proses pemulihan sistem dan komunikasi kepada publik dilakukan secara transparan dan terukur, Bank Jambi dinilai tetap memiliki peluang besar untuk menjaga reputasi serta mempertahankan trust nasabah sebagai fondasi utama industri perbankan.(*)











