Tapi massa aksi tetap memilih diam. Mereka tidak menanggapi, justru semakin “nyentrik” dengan aksi teatrikal salah satu wartawan memperagakan gestur intimidatif, menggambarkan bagaimana aparat kerap memperlakukan jurnalis saat konferensi pers.
Aksi ini menjadi pesan keras: jangan main-main dengan kebebasan pers. Diam mereka, justru lebih lantang dari ribuan kata.(*)











