“Kami berkoordinasi dengan PLN untuk pemutusan aliran listrik, serta TNI dan Polri untuk pengamanan lokasi agar proses pemadaman berjalan aman dan lancar,” jelasnya.
Api berhasil dipadamkan setelah kurang lebih dua jam operasi, dengan total air yang digunakan mencapai 19.500 liter. Petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.
Terkait korban jiwa, Mustari mengungkapkan bahwa informasi adanya korban terjebak di dalam rumah baru diterima saat proses pemadaman berlangsung.
“Tim rescue langsung melakukan pencarian dan menemukan korban di dalam kamar mandi. Evakuasi dilakukan menggunakan APD lengkap, tandu, dan selimut api, kemudian korban dibawa ke RS Bhayangkara menggunakan ambulans PSC 119,” katanya.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara, kebakaran disertai ledakan yang diduga berasal dari tabung gas.
Mustari juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat meninggalkan rumah.
“Kami mengingatkan warga agar tidak mengunci rumah apabila masih ada anggota keluarga di dalam, serta tidak mendekati objek kebakaran karena sangat berbahaya,” tegasnya.(*)











