“Kami menyampaikan usulan yang sifatnya mendukung pelayanan publik, seperti akses ke puskesmas dan sekolah. Harapannya bisa menjadi perhatian dalam skala prioritas pembangunan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Mendahara, Junaidi menegaskan bahwa pihak kecamatan tidak mencatat adanya aksi keluar forum secara massal.
Menurutnya, para kepala desa memang keluar saat jeda acara dan tidak kembali masuk karena rangkaian kegiatan telah mendekati penutupan.
“Sepengetahuan saya tidak ada kepala desa yang walk out. Mereka keluar saat jeda menjelang penutupan. Musrenbang berjalan baik dan kondusif,” jelas Camat.
Camat juga menambahkan, seluruh usulan desa telah dicatat dalam dokumen skala prioritas kecamatan untuk selanjutnya disampaikan kepada pemerintah kabupaten sebagai bahan perencanaan pembangunan.
“Apa yang sudah disepakati di tingkat kecamatan akan menjadi dasar usulan ke kabupaten. Jika belum bisa terealisasi, tetap menjadi bagian dari perencanaan ke depan,” pungkasnya.
Dengan klarifikasi ini, pemerintah kecamatan dan para kepala desa berharap Musrenbang tetap dipahami sebagai ruang dialog yang konstruktif, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat secara berkelanjutan.(*)











