Muarasabak, netinfo.id – Para kepala desa bersama Camat Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, meluruskan kabar yang menyebut adanya aksi meninggalkan ruang Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mendahara.
Mereka menegaskan bahwa kegiatan Musrenbang tetap berlangsung kondusif dan dilandasi semangat kebersamaan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Kepala Desa Menteng, Nurhidayah, menjelaskan bahwa dirinya bersama beberapa kepala desa keluar ruangan saat jeda menjelang istirahat dan penutupan acara, bukan sebagai bentuk walk out atau protes terhadap jalannya forum.
“Kami keluar pas jeda isoma dan penutupan sudah mau berlangsung. Jadi bukan meninggalkan forum. Tidak ada maksud menutup atau menolak Musrenbang,” ujar Nurhidayah, Rabu (11/2/2026).
Ia menegaskan, para kepala desa tetap memandang Musrenbang sebagai forum strategis untuk menyampaikan kebutuhan masyarakat secara resmi kepada pemerintah daerah.
“Musrenbang ini penting bagi kami karena di sinilah aspirasi warga kami titipkan. Itu bentuk tanggung jawab kami sebagai kepala desa,” katanya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Pangkal Duri Abdul Wahab, Ia menyebut sejumlah usulan desa, terutama terkait infrastruktur dasar seperti perbaikan jembatan penghubung dan normalisasi saluran air, telah disampaikan secara konsisten dalam forum perencanaan.











