“Melalui channel Siginjai99 yang dibuat almarhum, beliau selalu berusaha mencari jejak sejarah dan peradaban. Konten-kontennya selalu mengedukasi bagi siapa saja yang menontonnya,” ungkap Ariansyah dengan nada penuh penghormatan.
Bagi Ariansyah, apa yang dilakukan Ade Ambon adalah bentuk pengabdian seorang jurnalis yang melampaui tugas pemberitaan harian. Almarhum menggunakan kemampuannya untuk memastikan generasi muda tetap mengenal akar sejarah dan budayanya sendiri.
Kombinasi antara sifat humoris, suara merdu sebagai penyanyi, dan ketekunan sebagai peneliti sejarah amatir membuat Ade Ambon menjadi sosok yang unik.
Ia mampu mengemas informasi sejarah yang berat menjadi tontonan yang menarik dan mudah diterima masyarakat luas. “Beliau adalah pribadi yang paket lengkap. Ramah, humoris, seniman, dan juga seorang edukasi melalui karya-karyanya,” tambahnya.
Kini, meskipun sosoknya telah tiada, kanal Siginjai99 akan terus menjadi saksi bisu dedikasi Ade Ambon. Ribuan tayangan edukasi tentang peradaban Jambi akan tetap hidup dan bisa dinikmati, menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi almarhum.
Keluarga besar jurnalis Batanghari dan Provinsi Jambi merasa sangat kehilangan sosok yang tidak hanya melaporkan peristiwa, tetapi juga mendidik hati dan pikiran melalui karya-karya visualnya.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Mari kita panjatkan doa terbaik untuk almarhum Ade Ambon. Semoga segala amal ibadahnya diterima, dosa-dosanya diampuni, dan pengabdiannya di dunia pers serta seni menjadi ladang pahala yang tak terputus.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan yang luar biasa. Selamat jalan, Sang Jurnalis sekaligus Musisi Kebanggaan. Tunai sudah tugasmu, beristirahatlah dengan tenang dalam senyum yang selalu engkau bagikan.(afm)











