“Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa melalui pengolahan menjadi berbagai produk turunan, seperti minyak kelapa, santan, serat sabut, hingga arang tempurung,” ucapnya.
Sementara itu, investor asal Jerman, Mr. Philips Wallat, melalui juru bicaranya menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi kelapa dalam di Tanjab Timur.
Ia menilai daerah ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat industri pengolahan kelapa yang berorientasi ekspor.
Saat ini, pihaknya masih melakukan kajian lebih mendalam terhadap potensi turunan kelapa, khususnya pada bagian sabut dan tempurung yang dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi.
Kedua komoditas tersebut rencananya akan diteliti lebih lanjut di negaranya guna mengkaji peluang pengembangan produk berbasis teknologi untuk pasar internasional.
Langkah ini menjadi bagian dari tahap penjajakan awal sebelum realisasi investasi, sekaligus untuk memastikan bahwa potensi yang dimiliki Tanjab Timur dapat dioptimalkan secara maksimal dan memiliki daya saing global.
Dengan adanya proses penelitian tersebut, diharapkan ke depan dapat tercipta inovasi produk turunan kelapa yang tidak hanya bernilai tambah tinggi, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor serta memperkuat posisi Tanjab Timur sebagai salah satu sentra kelapa unggulan di Indonesia.(*)











