Sebagian konsumen memilih tetap menggunakan BBM nonsubsidi karena pertimbangan kualitas mesin dan efisiensi, sementara sebagian lainnya mempertimbangkan untuk beralih ke jenis BBM subsidi seperti Pertalite.
Pengamat ekonomi lokal menilai bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi dapat berdampak terhadap sejumlah sektor, termasuk biaya logistik dan transportasi, terutama bagi pelaku usaha yang menggunakan kendaraan operasional berbahan bakar diesel.
“Kenaikan ini memang tidak menyentuh BBM subsidi, namun potensi efek domino terhadap biaya distribusi barang tetap ada, terutama di sektor informal,” ujar salah satu analis ekonomi di Jambi.
Penyesuaian Harga Bersifat Dinamis
Pertamina menyampaikan bahwa penetapan harga BBM nonsubsidi dilakukan mengikuti formula yang mengacu pada harga minyak dunia (ICP), nilai tukar rupiah, serta regulasi pemerintah. Penyesuaian harga dapat terjadi setiap bulan tergantung fluktuasi pasar energi global.(*)











