ini berisiko mengalami dampak psikologis, emosional, dan perilaku yang signifikan, seperti rendah diri, kecemasan, kesulitan bersosialisasi, agresivitas, hingga masalah yang memengaruhi karakter dan kemandirian anak kedepannya.
Penting untuk diingat bahwa kasih sayang ayah tidak selalu hilang karena perceraian, tetapi juga bisa terjadi ketika ayah hadir secara fisik namun tidak terlibat secara emosional. Perbaikan hubungan bisa dilakukan dengan konsistensi perhatian dan kasih sayang,” imbuhnya.
Gubernur Al Haris juga mengungkapkan data yang cukup memprihatinkan. Ia menyebut sekitar 24,80 persen anak di Jambi masuk kategori kehilangan figur ayah atau fatherless.
“Dari 100 anak, sekitar 24 anak kehilangan figur ayah. Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Peran RT dan lingkungan sangat penting untuk membimbing mereka agar tidak terjerumus pada kenakalan remaja,” tegasnya.
Pada sesi wawancara dengan rekan-rekan media Gubernur Al Haris kembali menyampaikan bahwa safari ramadhan harus dioptimalkan sebagai sarana komunikasi dan penyerap aspirasi langsung masyarakat.
Selain itu kegiatan safari ramadhan ini juga harus menjadi jembatan yang menghubungkan pemerintah dan masyarakat untuk berdialog secara langsung, menjadi media bagi pemerintah untuk mendengar dengan saksama.
“Tentunya pembangunan tidak bisa berjalan sendiri hanya dengan kerja pemerintah saja. Seluruh komponen masyarakat memiliki peran masing-masing untuk turut andil dalam upaya pembangunan daerah,” sebutnya.
Sementara itu, Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M menyampaikan, hubungan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi yang berjalan sangat baik umumnya ditandai dengan sinergi yang erat, komunikasi intensif, dan kolaborasi dalam perencanaan serta pelaksanaan pembangunan.
“Untuk secara umum, semua program dapat berjalan dengan lancar, efektif, dan terarah karena program strategis di tingkat kota diselaraskan dengan visi dan misi tingkat provinsi agar percepatan pembangunan dapat tercapai secara merata,” ujar Wali Kota Jambi.
Sementara itu juga, Pimpinan Ponpes Al Hidayah Provinsi Jambi Hasan Basri Husin dalam tausiahnya menyampaikan bahwa Ramadhan sebagai peningkatan ketakwaan, penyucian jiwa (tazkiyatun nafs),
dan penguatan empati sosial melalui puasa yang bukan sekadar menahan lapar, melainkan menjaga hati dan lisan, selain itu momentum kembali kepada Al-Qur’an, meraih ampunan Allah, dan berlatih disiplin diri.
Usai sholat isya dan tarawih bersama Gubernur Al Haris menyerahkan bantuan 20 paket sembako/susu, biskuit/roti dan telur dari ASN Provinsi Jambi Peduli Stunting, program ASN Peduli Stunting merupakan gerakan nyata yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Jambi untuk mempercepat penurunan angka stunting Provinsi Jambi serta bantuan CSR Bank 9 Jambi Rp.20 juta kepada pengurus Masjid Al Ikhlas dan bantuan untuk kaum dhuafa dan anak yatim dari Baznas Provinsi Jambi berupa 20 paket, selain itu Baznas Kota Jambi juga memberikan bantuan kepada warga dan bantuan secara pribadi dari Wali Kota Jambi senilai Rp.5 juta. (Adv)











