Gubernur Al Haris mengingatkan bahwa Provinsi Jambi saat ini juga sedang dihadapkan dengan meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia.
“Data BPS 2025 menunjukkan bahwa penduduk usia lansia 60 tahun ke atas di Jambi berkisar 6,03%. Artinya, kita juga sedang bergerak menuju masyarakat yang lansia dan, sebuah fase yang tidak dapat dihindari dan harus dikelola dengan tepat,” ucap Gubernur Al Haris.
“Lansia ini tersebar di semua daerah di Provinsi Jambi dan ada kabupaten/kota menganggarkan dana untuk lansia dan ada juga yang tidak mengganggarkan dana itu.
Sementara jumlahnya cukup banyak di Sumatera dan di daerah ada lansia yang tidak punya keluarga yang tinggal di rumah, rumah yang tidak layak huni. Nah ini mungkin nanti ke depan saya berharap kepada bupati/wali kota ini memang kita harus mendata betul berapa lansia di daerah kita. Apa yang kita lakukan,” lanjutnya.
Selain itu, Gubernur Al Haris juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai tantangan ke depan, termasuk dampak krisis global dan peningkatan angka stunting, dimana berdasarkan angka stunting di Jambi naik menjadi 17,1 persen.
“Kenaikan ini harus jadi perhatian serius. Kita perlu langkah-langkah progresif, memperkuat data, SDM, kelembagaan, serta sinergi antar lembaga agar angka tersebut bisa ditekan,” tegasnya.
Di sisi lain, perhatian juga diberikan kepada anak-anak usia 0–14 tahun yang mencapai 25,11 persen dari total penduduk. Gubernur Al Haris menyoroti fenomena “fatherless” yang kini menjadi isu serius. “Sekitar 25 persen anak kehilangan figur ayah. Ini berpotensi memicu berbagai masalah sosial jika tidak kita tangani bersama,” ungkapnya.
“Tak hanya itu, angka kematian bayi dan ibu juga masih menjadi perhatian. Meski cenderung menurun, data menunjukkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jambi berada di angka 16,99 per 1.000 kelahiran, sementara Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 177 per 100.000 kelahiran,” tambahnya.
Gubernur Al Haris berharap seluruh pihak, termasuk tenaga kesehatan seperti Ikatan Bidan Indonesia, terus meningkatkan peran dalam menekan angka tersebut.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Al Haris juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program Bangga Kencana di Jambi, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, OPD, perguruan tinggi, hingga organisasi masyarakat.
Orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut menegaskan bahwa program ini sejalan dengan program prioritas nasional serta visi “Jambi Mantap”. “Ke depan, kita harus lebih serius, lebih kompak, dan lebih fokus. Dengan kerja sama yang kuat, kita optimistis berbagai persoalan kependudukan di Jambi bisa kita atasi,” pungkasnya. (*)











