“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga mendapatkan keterampilan di bidang pertanian yang diharapkan dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung program ketahanan pangan,” ujarnya.
Salah seorang warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, Syaharudin, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam pengelolaan lahan pertanian.
“Kami merasa lebih produktif karena bisa belajar bertani dan merawat tanaman. Walaupun sedang menjalani ibadah puasa, kegiatan ini membuat kami tetap semangat dan memiliki aktivitas yang bermanfaat,” ungkapnya.
Melalui optimalisasi lahan SAE, Lapas Muara Tebo terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pembinaan kemandirian yang berkelanjutan.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan warga binaan sekaligus memberikan kontribusi terhadap upaya mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.(*)











