Jambi, netinfo.id – Dalam rangka memperkuat upaya pencegahan intoleransi dan radikalisme sebagai bibit terorisme di wilayah hukum Polda Jambi, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jambi menjalin sinergi dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri.
Sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemberian arahan dan pembekalan kepada para Bhabinkamtibmas se-Provinsi Jambi yang dilaksanakan di Aula Polresta Jambi serta diikuti secara virtual oleh jajaran Polres, Rabu (21/01/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Binmas Polda Jambi Kombes Pol. Henky Poerwanto, S.I.K., M.M., dengan menghadirkan Direktur Idensos Densus 88 AT Polri Brigjen Pol. Arif Makhfudiharto, S.I.K., M.H., serta Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Wilayah Jambi KBP Berri Diatra, S.I.K., M.H.
Sebanyak 653 personel yang terdiri dari Kasatbinmas, Kanitbinmas Polsek, dan Bhabinkamtibmas mengikuti kegiatan tersebut.
Pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, serta kemampuan Bhabinkamtibmas dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap intoleransi dan radikalisme di wilayah binaannya.
Dalam sambutannya, Kombes Pol. Henky Poerwanto menegaskan bahwa Bhabinkamtibmas merupakan garda terdepan dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di tingkat desa dan kelurahan.
Oleh karena itu, mereka diharapkan mampu berkontribusi secara aktif dalam mewujudkan desa dan kelurahan binaan yang terbebas dari paham intoleransi dan radikalisme.
“Bhabinkamtibmas adalah anggota Polri yang paling dekat dan dikenal oleh masyarakat. Modal sosial ini sangat kuat untuk membina masyarakat dalam mewujudkan kerukunan serta memperkokoh implementasi empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI di setiap desa dan kelurahan binaan,” ujar Henky.
Ia menambahkan, melalui arahan dan pembekalan dari Densus 88 AT, para Bhabinkamtibmas diharapkan dapat menindaklanjuti dengan memperkuat sinergi bersama Satgaswil Densus 88 AT Jambi,
terkait menyusun strategi pencegahan intoleransi dan radikalisme sebagai cikal bakal terorisme, sekaligus mendukung keberhasilan program deradikalisasi.











