Mario telah dibina oleh PT Astra Honda Motor (AHM) sejak usia 12 tahun. Karier internasionalnya dimulai dari Thailand Talent Cup (2017), berlanjut ke Asia Talent Cup, ARRC, hingga FIM CEV Moto3 Junior World Championship (kini FIM JuniorGP).
Salah satu hasil terbaiknya musim lalu adalah finish posisi sembilan di seri Amerika Serikat, yang menunjukkan progres positif di kelas menengah Grand Prix.
Perjalanan Mario dan Veda menjadi bukti nyata peran Astra Honda Racing School sebagai fondasi pembinaan balap nasional. Sejak berdiri pada 2010, AHRS telah meluluskan lebih dari 150 pebalap muda Indonesia.
Program ini tak hanya mengasah kemampuan di lintasan, tetapi juga membekali siswa dengan manajemen balap, komunikasi tim, hingga hubungan dengan publik.
Dalam sesi latihan, para siswa AHRS menggunakan motor ber-DNA balap seperti NSF100 dan NSF250R, dikombinasikan dengan CRF150R untuk meningkatkan kontrol dan teknik berkendara. Seluruh proses pembinaan dipandu oleh instruktur balap nasional berpengalaman.
Tahun ini, AHRS 2026 kembali dibuka pada 9 Januari hingga 5 Februari 2026 untuk pebalap muda usia 11–14 tahun. Informasi dan formulir pendaftaran dapat diakses melalui media sosial resmi Astra Honda Racing Team.
Dengan bekal pembinaan berjenjang dan semangat pantang menyerah, Mario dan Veda siap membawa Merah Putih melesat lebih kencang di panggung balap dunia musim 2026.(*)











