Selain itu, pemerintah juga memperluas jangkauan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, serta menyalurkan santunan sebesar Rp1,6 miliar kepada ahli waris melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam upaya memperkuat infrastruktur dan menekan beban masyarakat, Pemkot Jambi juga mendorong penambahan 50.000 sambungan jaringan gas rumah tangga baru, dengan target 15.000 sambungan siap digunakan pada Juni mendatang.
Tak hanya itu, berbagai bantuan sosial seperti sembako, operasi pasar, hingga alat bantu bagi penyandang disabilitas terus digulirkan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Di bidang ekonomi, realisasi investasi dalam negeri di Kota Jambi pada tahun 2025 mencapai Rp1,3 triliun. Pemerintah pun terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui percepatan layanan perizinan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi investor, dengan tetap menjaga kemudahan perizinan dan kepastian hukum. Tujuannya jelas, menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Ke depan, Pemkot Jambi juga akan melanjutkan pembangunan sekolah rakyat di Jambi Timur di atas lahan hibah seluas 5,5 hektare, serta memperluas program kesehatan gratis yang telah diikuti lebih dari 118 ribu masyarakat.
Dengan berbagai capaian tersebut, Pemerintah Kota Jambi optimistis dapat terus memperkuat fondasi pembangunan dan mewujudkan kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berdaya saing dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(Adv)











