Ia juga mengaku telah menanyakan hal tersebut kepada perawat, yang menyebut kondisi AC yang tidak berfungsi itu sudah berlangsung cukup lama.
“Yang ada pasien jadi tidak nyaman, bagaimana mau cepat sembuh,” tambahnya.
Ia pun menilai sebagai rumah sakit umum tingkat provinsi, fasilitas yang tersedia seharusnya lebih layak dan terawat. Namun kenyataannya, ia melihat kondisi bangunan tampak kurang terurus, mulai dari lorong yang gelap hingga dinding yang terlihat lusuh.
“Saya lihat seperti tidak terawat, bahkan terkesan seperti rumah sakit zaman penjajahan,” ujarnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RS Raden Mattaher Jambi, Ike Silviana, belum memberikan tanggapan secara rinci terkait keluhan tersebut.
“Sebut saja ya ruangannya. Halo, sinyalnya susah,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon.(*)











