“Kegiatan wisuda tahfidz ini bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab untuk menjaga hafalan melalui murojaah secara konsisten. Santri harus menunjukkan kualitas diri, tidak hanya dalam hafalan, tetapi juga dalam akhlak dan karya nyata,” ujarnya.
Kepada para orang tua, Wagub berpesan agar tidak ragu menginvestasikan harta untuk pendidikan agama anak-anaknya. Menurutnya, rezeki yang dikeluarkan untuk pendidikan dan sedekah tidak akan berkurang, justru akan dilipatgandakan dan membawa keberkahan.
Selain aspek pendidikan spiritual, Wagub juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).
Implementasinya meliputi sikap jujur dalam bermuamalah, menjaga silaturahmi, menghormati tetangga, serta menjaga etika komunikasi, termasuk di ruang digital.
Sementara itu, Ketua Panitia Harlah dan Wisuda Tahfidz, Zainal Arifin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Jambi dalam kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan perkembangan lembaga yang saat ini memiliki 57 santri mukim dan 20 santri baru.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur Jambi atas kehadiran dan tausiah yang diberikan. Apresiasi juga kami sampaikan kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di pondok ini. Wisuda tahfidz hari ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mencetak generasi Qur’ani yang berkarakter,” ungkapnya.(Adv)











