Muarojambi, netinfo.id – Sudah enam bulan lamanya Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) swasta di Kabupaten Muaro Jambi menanti insentif yang tak kunjung dicairkan.
Hingga kini, honor yang menjadi hak mereka sejak Juni hingga November 2025 belum juga dibayarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaro Jambi.
Kondisi ini diakui sejumlah guru PAUD, baik dari Kelompok Bermain (KB) maupun Taman Kanak-kanak (TK) swasta. Salah seorang guru KB swasta yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa sejak Juni, mereka hanya bisa menunggu tanpa kepastian.
“Sudah enam bulan kami menunggu. Dari Juni sampai hari ini belum ada kejelasan,” ujarnya dengan nada pilu, Rabu, 26 November 2025.
Menurutnya, besaran insentif yang seharusnya diterima setiap guru PAUD swasta yakni Rp 500 ribu per bulan. Selama enam bulan, jumlah total yang tertunda mencapai Rp 3 juta per guru.
Ia menuturkan, insentif tersebut bukan hanya angka di atas kertas, tetapi sangat berarti dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Banyak dari guru PAUD swasta kini terpaksa mencari pekerjaan sampingan seperti membuka bimbingan belajar, les privat, hingga berjualan daring. Bahkan tidak sedikit yang terpaksa harus berutang.
“Sudah ada yang gali lubang tutup lubang. Pinjam sana-sini, dengan harapan kalau honor keluar bisa menutupi,” lanjutnya.
Meski begitu, ia tetap berusaha menguatkan rekan-rekannya.
“Yakin saja, selama kita ikhlas mendidik, Allah pasti kasih rezeki lain yang berkah,” tuturnya lirih.











