General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menegaskan bahwa AHRS menjadi fondasi penting dalam mencetak pebalap masa depan Indonesia.
“Melalui program ini, kami ingin membentuk pebalap yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga matang secara mental dan fisik. Latihan di sirkuit permanen seperti Mandalika memberikan pengalaman balap yang lebih utuh untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dalam keseharian, para siswa AHRS ditempa menggunakan motor balap seperti NSF100, serta didukung model sport Honda CBR150R dan Honda CRF150R guna meningkatkan kontrol kecepatan dan penguasaan karakter motor. Seluruh program didampingi instruktur dan pelatih nasional berpengalaman.
Tak hanya fokus pada lintasan, AHRS juga menanamkan fondasi penting bagi karier balap profesional. Materi seperti manajemen balap, komunikasi tim, hingga pembentukan karakter menjadi bagian dari kurikulum. Program camp turut digelar untuk meningkatkan fisik, mental, dan daya juang, melalui latihan terstruktur, flat track, hingga simulasi kompetisi.
Sejak digelar pada 2010, AHRS telah melahirkan banyak pebalap berprestasi. Nama-nama seperti Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang kini berkiprah di ajang MotoGP, hingga Fadillah Arbi Aditama, Andi Farid Izdihar, dan Gerry Salim menjadi bukti keberhasilan program ini.
Melalui AHRS 2026, AHM kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu pilar utama pembinaan balap motor di Indonesia, sekaligus membuka jalan bagi generasi muda untuk mengaspal di level dunia.(*)











